BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Dapat Diamati dari Indonesia

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FaktaBaru.net, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 mendatang, tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Jalur lintasan gerhana tersebut tidak melewati wilayah Nusantara dan fasenya berlangsung saat Indonesia berada pada waktu malam hari.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa masyarakat di kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara menjadi wilayah yang berkesempatan menyaksikan fenomena astronomis ini secara langsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu di Jakarta, Sabtu (8/8).

Lebih lanjut, fenomena skala global ini dimulai dari fase Gerhana Sebagian (P1) pada pukul 15.34 UT (22.34 WIB), memasuki fase Gerhana Total di lokasi awal (U1) pada pukul 16.57 UT (23.57 WIB), dan mencapai puncaknya pada pukul 17.45 UT (00.45 WIB, 13 Agustus 2026). Keseluruhan proses gerhana berakhir sepenuhnya pada pukul 19.57 UT (02.57 WIB, 13 Agustus 2026).

Untuk diketahui, Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus saat fase Bulan Baru. Pada puncaknya, piringan Bulan akan menutupi piringan Matahari secara utuh dari sudut pandang Bumi, sehingga mengubah suasana siang hari menjadi gelap selama beberapa saat di wilayah yang terlintasi jalur bayangan inti (umbra).

Sementara itu, wilayah yang hanya terlintasi bayangan samar (penumbra) akan menyaksikan fenomena sebagai Gerhana Matahari Sebagian.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada di lokasi pengamatan untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung, melainkan wajib menggunakan kacamata khusus berfilter matahari demi menjaga keselamatan mata.

Follow WhatsApp Channel olahraga.faktabaru.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumlah Korban Keracunan MBG Bertambah jadi 24 Siswa, SPPG Tutup Dihentikan 20 Hari
Program 100 Hari Kapolri: Pengacara Winda Lorenza Gowasa Minta Kapolri Datang
Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara, Berikut Daftarnya
Gantikan Listyio Sigit Jadi Kapolri, Total Harta Kekayaan Suyudi Ario Seto Sebesar 5,8 Miliar
Profil Suyudi Ario Seto: Dari Kepala BNN Kini Disetujui Jadi Kapolri
Presiden Prabowo Mendadak Copot Listyo Sigit dari Kapolri, Diganti Kepala BNN
Resmi! DPR RI Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit
Menhan Serahkan 12 Unit AAV M-35, Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi Korps Marinir TNI AL

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Jumlah Korban Keracunan MBG Bertambah jadi 24 Siswa, SPPG Tutup Dihentikan 20 Hari

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Program 100 Hari Kapolri: Pengacara Winda Lorenza Gowasa Minta Kapolri Datang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara, Berikut Daftarnya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Profil Suyudi Ario Seto: Dari Kepala BNN Kini Disetujui Jadi Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Presiden Prabowo Mendadak Copot Listyo Sigit dari Kapolri, Diganti Kepala BNN

Berita Terbaru

TNI & POLRI

Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda

Minggu, 4 Okt 2026 - 08:44 WIB