FaktaBaru.net, Blora – Program revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Blora menuai sorotan. Hal ini terjadi setelah dua lembaga tercatat menerima bantuan bernilai fantastis dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Kedua lembaga tersebut adalah KB Aisyiyah Dologan di Kecamatan Japah yang menerima Rp869.348.538, serta TK Pertiwi Kedungwungu yang memperoleh Rp810.341.000.
Masing-masing proyek dikerjakan oleh P2SP dengan durasi 120 hari kalender, yakni 14 Juli–11 November 2026 untuk KB Aisyiyah Dologan dan 6 Juli–2 November 2026 untuk TK Pertiwi Kedungwungu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi besaran anggaran tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Blora, Sandy, menyatakan bahwa angka itu ditetapkan berdasarkan kebutuhan masing-masing sekolah.
“Nilainya berdasarkan kebutuhan sekolah, dana yang didapat harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
Mengenai kewajaran dana yang digelontorkan untuk pembangunan tingkat RA/TK tersebut, Sandy menilai hal itu sangat memungkinkan.
“Kalau memang kebutuhan gedungnya segitu bisa saja,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kisaran bantuan revitalisasi TK/RA di Blora sebenarnya bervariasi. “Nilainya variasi, rata-rata antara Rp200 juta hingga Rp600 juta,” tambahnya.
Terkait pengawasan pembangunan di lapangan, Sandy memastikan jalur pengendalian dari kementerian telah tersedia.
“Pengawasan di lapangan ada Tim Teknis Pengawas, dari kementerian ada fasilitator,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Blora, Subroto, menilai keterbukaan akses program revitalisasi ini justru memicu persaingan di lapangan.
“Yang jelas revitalisasi ini keran dibuka lebar, sehingga di lapangan saling berebut klaim siapa yang mengusulkan. Yang terjadi ya seperti itu lah,” ujarnya.
Pria yang akrab sapa Mbah Broto ini juga mempertanyakan besaran dana yang hampir menyentuh Rp1 miliar untuk satu lembaga TK.
“Untuk TK yang nilainya hampir Rp1 miliar, mungkin gedungnya dilengkapi laboratorium bahasa dan komputer,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menilai terjadi ketimpangan kondisi bangunan sekolah di lapangan.
“Masih banyak banget gedung SD yang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar, kok TK malah dapat hampir Rp1 miliar. Ironis sekali,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah KB Aisyiyah Dologan, Herlina menyampaikan bahwa jumlah siswanya tahun pelajaran 2025/2026 yaitu 33 siswa. Kemudian proyek tersebut menurutnya diketuai Parwi dan saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 60%>.
“Jumlah siswa 2025/2026 adalah 33 siswa. Ketua pak parwi. Sudah 60%,” sampainya.
Herlina saat diminta keterangan, tentang siapa yang membawa proyek tersebut hingga sekolah yang mendapat proyek senilai Rp860-an juta, ia mengaku bahwa yang membawa itu dari salah satu temannya guru yang ia kenal.
“Kurang tau ya pak di bawa temen nya guru saya,” katanya saat dikonfirmasi.
Terkait jumlah revitalisasi yang sekolah dapatkan, digunakan untuk rehab kelas, kantor, kamar mandi hingga pembangunan ruang kelas B.
“Rehab Kelas: 67%, kantor: 67%, Perabot RKB: 0%, Pembangunan Kamar mandi: 63%, Pembangunan ruang kelas B: 67%,” tambahnya.
Sementara itu, terkait pembangunan yang dilakukan secara swakelola maupun dipihak ketigakan, dirinya tidak mengetahui secara teknisnya. Karena ia mengaku dirinya baru menjabat sebagai kepala sekolah.
“Bentar ya pak, saya soalnya kepala sekolah baru jadi belum terlalu paham dan mengerti,” jawabnya.
Penulis : Ajanggi















Komentar