Satreskrim Polres Blora Saat Mengambil Muntahan Makanan Siswa SDN 1 Tutup
FaktaBaru.net, Blora – Dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, semakin meluas. Jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan kini bertambah menjadi 24 orang, berasal dari tiga sekolah berbeda.
Kepala SDN 3 Tutup, Sri Wulandari, mengungkapkan keluhan pertama muncul saat jam sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bu, perutku sakit. Karena jam pulang pukul 11.00 WIB, terus saya pulangkan. Lalu saya pesan ke wali kelasnya untuk menghubungi di grup WhatsApp kelas dan menyampaikan kepada orang tua agar anak dipantau di rumah,” ujar Sri, Jum’at (2/10/2026).
Ia meminta orang tua segera menghubungi bidan desa jika gejala berlanjut. Setidaknya empat siswa di sekolahnya dilaporkan mengalami keluhan, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring pemeriksaan Puskesmas Tunjungan yang berlangsung.
Sri langsung menghentikan kegiatan makan bersama begitu mengetahui kejadian itu. Ia juga mencatat kasus serupa pernah terjadi sebelumnya ketika makanan dibawa pulang.
“Dua murid dan satu wali murid karena dibawa pulang, ibunya yang makan,” ungkapnya.
Ke depannya, pihak sekolah berencana menampung aspirasi wali murid terkait penerimaan menu MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Sri Setyorini atau akrab disapa Bude Rini, membenarkan penambahan jumlah korban.
Berdasarkan laporan yang diterima, rinciannya: 13 siswa SDN 1 Tutup, 4 siswa SDN 3 Tutup, dan 7 siswa SMK Bakti Husada. Gejala yang muncul beragam, mulai dari mual, sakit perut, diare, hingga pusing.
“SDN 1 Tutup 13 (siswa), SDN 3 Tutup 4 (siswa), SMK Bakti Husada 7 (siswa),” terang Bude Rini.
Kendati demikian, dipastikan tidak ada siswa yang harus dirawat inap. Semua mendapatkan penanganan rawat jalan di Puskesmas Tunjungan.
Sebagai langkah tegas, operasional SPPG Tutup kini dihentikan sementara selama 20 hari untuk proses evaluasi menyeluruh.
“Kemarin saya di luar kota, tim langsung turun lapor, dan hasilnya tutup 20 hari ke depan sambil dievaluasi,” katanya.
Satgas juga telah melaporkan insiden ini kepada Koordinator Wilayah SPPG guna penanganan lebih lanjut.
Penulis : Ajanggi















Komentar